Senin, 14 Februari 2011

Pengangguran dan Inflasi

PENGANGGURAN

       Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya.
          Tingkat partisipasi angkatan kerja dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah penduduk dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.

Jenis & Macam Pengangguran

v    Menurut lama waktu kerjanya :
·        Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) è Sama sekali tidak bekerja

·        Setengah menganggur (Underemployment) è  Bekerja tetapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari curahan jam kerja

·        Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) è Tenaga kerja tidak bekerja secara optimum karena tidak ada kesesuaian antara pekerjaan dengan kemampuannya.

v     Menurut penyebabnya :

·        Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment è pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.


·        Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment è keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus menganggur atau disebabkan oleh perubahan permintaan terhadap tenaga kerja


·        Pengangguran Siklikal / Siklus è pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turunnya aktifitas atau keadaan perekonomian suatu Negara (business cycle).


·        Pengangguran Strukturalè Disebabkan karena ketidakcocokkan  antara keterampilan (kualifikasi) tenaga kerja yang dibutuhkan dan keterampilan tenaga kerja yang tesedia atau pengangguran akibat adanya perubahan struktur ekonomi.


Dampak negatif pengangguran terhadap lingkungan sosial
Ø      Produktivitas
Ø      Penerimaan Negara (pajak) akan berkurang
Ø      Aktivitas Ekonomi Keseluruhan
Ø      Biaya Sosial akan semakin meningkat
Ø      Pendapatan nasional semakin kecil
Ø      Beban spikologis bagi yang bersangkutan.

INFLASI

          Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

Jenis-jenis Inflasi
a.  Berdasarkan Tingkatannya
-           Inflasi Ringan, yaitu <10%
-           Inflasi Sedang, yaitu 10% - 30%
-           Inflasi Berat, yaitu 30% - 100%
-           Hiperinflasi, yaitu >100%
b. Berdasarkan Sumbernya
-           Luar Negeri è ada kenaikkan harga di luar negeri
-           Dalam Negeri è adanya pencetakan uang baru oleh pemerintah, penerapan anggaran defisit, kegagalan panen
c. Berdasarkan Penyebabnya
-           Karena Tarikkan Permintaan (demand pull inflasion)
-           Karena Desakan Biaya Produksi (cost push inflation)
d. Berdasarkan Pengaruh Terhadap Harga
-           Inflasi Tertutup (Closed Inflation) è kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu.

-           Inflasi Terbuka (Open Inflation) è kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum.
-           Inflasi Yang Tidak Terkendali è serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot.

Dampak Inflasi

Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan,ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Pengangguran, Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Inflasi adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus.
          A.W. Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran yang ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran, dalam arti jika inflasi tinggi, maka pengangguran akan rendah. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip.
Hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar