Selasa, 27 November 2012

Metode Pengumpulan Data



Pengertian Data.

Kata data berasal dari DATUM yang berarti materi atau kumpulan fakta yang dipakai untuk keperluan suatu analisa, diskusi, presentasi ilmiah, atau tes statistik. Bila dilihat dari menurut asal sumbernya, data dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu data primer dan data sekunder. Sehingga dibutuhkan sebagai bahan analisa.

Menurut beberapa ahli :

  • Data adalah things known or assumed, yang berarti bahwa data itu sesuatu yang diketahui atau dianggap
  • Data merupakan bahan baku informasi, dapat didefinisikan sebagai kelompok teratur simbol-simbol yang mewakili kuantitas, fakta, tindakan, benda, dan sebagainya.
  • Data adalah keterangn atau bukti mengenai suatu kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri-sendiri, belum diorganisasikan, dan belum diolah.
  • Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar sutu informasi.

Sumber-sumber Data.
         
Sumber data dalam penelitian adalah subjek darimana data dapat diperoleh. Berdasarkan sumbernya, data dibagi menjadi:

a. Data Primer: Data yang didapatkan langsung dari responden penelitian.
b. Data Sekunder: Data yang telah dikumpulkan oleh orang lain dan tidak dipersiapkan untuk kegiatan penelitian, tetapi dapat digunakan untuk tujuan penelitian.

Data Sekunder cenderung siap “pakai”, artinya siap diolah dan dianalisis oleh penelitian. Contoh Instansi penyedia data:

• Biro Pusat Statistik (BPS)
• Bank Indonesia
• Badan Meteorologi dan Geofisika

Keuntungan dari data sekunder :
1. Menghemat waktu dan uang
2. Dapat menjelaskan masalah

Kelemahan dari data sekunder:
1. Bias karena merupakan hasil interpretasi orang lain.

Data Primer membutuhkan perancangan alat dan metode pengumpulan data.

Keuntungan dari data primer :
1. Mencerminkan apa adanya
2. Efektif dalam menjawab research question

Kelemahan dari data primer:
1. Memerlukan waktu yang relatif lama
2. Membutuhkan biaya yang relatif besar


Identifikasi sumber data secara mudah dengan 3P :

• P = Person, sumber data berupa orang
• P = Place, sumber data berupa tempat
• P = Paper, sumber data berupa symbol


Metode Pengumpulan Data Penelitian:

a. Observasi
b. Wawancara
c. Kuesioner (Daftar Pertanyaan)
d. Pengukuran Fisik
e. Percobaan Laboratorium
           

1.     Observasi, Wawancara, Pengukuran Fisik dan Percobaan Laboratorium

Observasi atau pengamatan melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pembau, perasa). Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik kemudian dituliskan sebagai skrip

Wawancara terbagi menjadi:
a. Wawancara tidak terstruktur
b. Wawancara terstruktur

Pengukuran Fisik  :

• Alat ukur harus dikalibrasi sebelum mulai melakukan pengukuran

• Alat ukur harus memenuhi standar penelitian

• Alat ukur harus mudah dijalankan dan dikendalikan

• Pengukuran memperhatikan kondisi yang disyaratkan dalam perumusan masalah(misalnya: suhu atau tekanan)

Perancangan Percobaan dan Penelitian dalam Laboratorium

• Sebelum melakukan percobaan laboratoium, dilakukan perancangan percobaan

• Dalam proses perancangan percobaan, unit penelitian dan perlakuan yang akandikenakan pada setiap unit penelitian direncanakan.

2.      Kuesioner

Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden.
Jawaban responden atas semua pertanyaan dalam kuesioner kemudian dicatat/direkam. Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang efisien bila peneliti mengetahui secara pasti data/informasi apa yang dibutuhkan dan bagaimana variabel yang menyatakan informasi yang dibutuhkan tersebut diukur.




Pengertian Variabel.

Ø     Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002)
·         Variable adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh suatu penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu.

Ø     Sudigdo Sastroasmoro
·         Variable merupakan karakteristik subyek penelitian yang berubah dari satu subyek ke subyek lainnya.

Ø     Dr. Ahmad Watik Pratiknya (2007)
·         Variable adalah Konsep yang mempunyai variabilitas. Sedangkan Konsep adalah penggambaran atau abstraksi dari suatu fenomena tertentu. Konsep yang berupa apapun, asal mempunyai ciri yang bervariasi, maka dapat disebut sebagai variable. Dengan demikian, variable dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang bervariasi.


Jenis-jenis Variabel :

1)     Variabel Independen.
Variabel yang sering disebut Variabel Stimulus, Predictor, Variabel Pengaruh, Kausa, Treatment, Risiko atau Variabel Bebas.
Dalam SEM (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural, Variabel Independen disebut juga sebagai Variabel Eksogen atau variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel Dependen (terikat). Dinamakan sebagai Variabel Bebas karena bebas dalam mempengaruhi variabel lain.


2)    Variabel Dependen
Sering disebut sebagai Variabel Out Put, Kriteria, Konsekuen, Variabel Efek, Variabel Terpengaruh, Variabel Terikat atau Variabel Tergantung.
Dalam SEM (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural, Variabel Independen disebut juga sebagai Variabel Indogen. Variabel Terikat merupakan Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Disebut Variabel Terikat karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas/variabel independent.


3)    Variabel Moderator
Variabel yang mempengaruhi (Memperkuat dan Memperlemah) hubungan antara Variabel Bebas dan Variabel Terikat. Variabel Moderator disebut juga Variabel Independen Kedua.


4)    Variabel Intervening
Variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara Variabel Bebas dengan Variabel Terikat, tetapi Tidak Dapat Diamati dan Diukur.
Variabel ini merupakan variabel Penyela/Antara yang terletak diantara Variabel Bebas dan Variabel Terikat, sehingga Variabel Bebas tidak secara langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya Variabel Terikat.


5)    Variabel Kontrol
Variabel Kontrol adalah Variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti. Variabel Kontrol sering dipakai oleh peneliti dalam penelitian yang bersifat membandingkan, melalui penelitian eksperimental.









REFERENSI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar