Sabtu, 04 Juni 2011

UANG DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

UANG
Suatu benda dapat sebagai "uang" jika benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pertama, benda itu harus diterima secara umum (acceptability). Agar dapat diakui sebagai alat tukar umum suatu benda dijadikan harus memiliki nilai tinggi atau —setidaknya— dijamin keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa. Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (durability), kualitasnya cenderung sama (uniformity), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan dipalsukan (scarcity).
Uang juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), serta memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).
  • Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran.
  • Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman.
  • Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
  • Uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang.

Uang dalam ekonomi

Uang adalah salah satu topik utama dalam pembelajaran ekonomi dan finansial. Monetarisme adalah sebuah teori ekonomi yang kebanyakan membahas tentang permintaan dan penawaran uang
Kebijakan moneter bertujuan untuk mengatur persediaan uang, inflasi, dan bunga yang kemudian akan memengaruhi output dan ketenagakerjaan. Inflasi adalah turunnya nilai sebuah mata uang dalam jangka waktu tertentu dan dapat menyebabkan bertambahnya persediaan uang secara berlebihan. Interest rate, biaya yang timbul ketika meminjam uang, adalah salah satu alat penting untuk mengontrol inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Bank sentral seringkali diberi tanggung jawab untuk mengawasi dan mengontrol persediaan uang, interest rate, dan perbankan.
Krisis moneter dapat menyebabkan efek yang besar terhadap perekonomian, terutama jika krisis tersebut menyebabkan kegagalan moneter dan turunnya nilai mata uang secara berlebihan yang menyebabkan orang lebih memilih barter sebagai cara bertransaksi. Ini pernah terjadi di Rusia,

Jenis-jenis Nilai Uang:

1) Nilai Nominal. Nilai nominal adalah nilai yang tertulis pada setiap mata uang.
2) Nilai Intrinsik. Nilai intrinsik adalah nilai uang yang diukur dari bahan yang digunakan dalam pembuatannya.
Nilai nominal uang kertas biasanya lebih besar daripada nilai intrinsiknya.  Sebaliknya, nilai nominal uang logam kemungkinan besar sama dengan nilai intrinsiknya karena bahan uang logam terbuat dari emas dan tembaga yang lebih mahal dibandingkan kertas.  Di samping itu, pembuatannya jauh lebih sulit sehingga memerlukan banyak biaya.  Jadi, semakin mahal dan biaya pembuatannya, semakin tingggi nilai intrinsik uang.

Jenis-jenis Uang:

1) Berdasarkan Bahan Pembuat Uang.
  • Berdasarkan bahan pembuat uang tersebut, uang dikelompokkan menjadi uang logam dan uang kertas.  Uang kertas disebut juga dengan folding money atau uang yang dapat dilipat oleh orang yang memegangnya.
2) Berdasarkan Nilai Uang.
  • Jika uang mempunyai nilai intrinsik sama dengan nilai nominal, uang itu bernialai uang penuh ( fullbodied money ).  Jika nilai intrinsik lebih kecil dibandingkan nilai nominal, uang itu disebut uang bernilai tidak penuh ( token money ) atau uang tanda.  Artinya, uang ini bertindak mewakili sejumlah logam tertentu dengan nilai barangnya sama dengan nilai nominal uang.
3) Berdasarkan Wilayah Berlaku.
  • Uang Domestik, yaitu uang yang hanya berlaku dalam suatu negara tertentu saja.  Contoh: rupiah, ringgit, peso, dan baht.
  • Uang regional, yaitu uang yang hanya berlaku di kawasan tertentu, seperti uang euro berlaku bagi negara-negara kawasan Eropa.
  • Uang Internasional, yaitu uang yang berlaku tidak hanya didalam wilayah suatu negara tertentu saja, tetapi juga berlaku di dunia ( internasional ).  Misalnya: dolar, yen, dan ppoundsterling.

4) Berdasarkan Lembaga atau Badan yang Mengeluarkan.

Uang Kartal.
Uang kartal adalah uang yang diterbitkan oleh bank sentral yang berupa uang logam dan uang kertas dengan berbagai nilai nominal.

Ciri-cri uang kartal:
  • Berlaku di seluruh lapisan masyarakat.
  • Diterima oleh masyarakat sebagai alat  pembayaran, alat tukar, dan alat pelunasan utang.
  • Nilai nominalnya sudah tertera pada mata uang dengan nilai tertentu.
  • Dijamin oleh pemerintah.
  • Adanya kepastian pembayaran sesuai nilai nominalnya.
Uang Giral.
Uang giral adalah uang yang diterbitkan oleh bank umum yang berupa , bilyet giro, dan telegraphic transfer.

Ciri-ciri uang giral:
  • Berlaku di kalangan masyarakat tertentu.
  • Masyarakat umum boleh menolaknya sebagai alat pembayaran, alat tukar, dan pelunasan utang.
  • Besar nilai nominalnya bebas dan harus ditulis dahulu sesuai kebutuhan.
  • Dijamin oleh bank yang mengeluarkan.
  • Belum adanya kepastian pembayaran karena tergantung dari ketersediaan dana dan kepastian hukum.
PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN 


Urbanisasi merupakan suatu proses persilangan antara masalah geografis dan manusia akibat pengaruh ekonomi. Dalam hal ini, ekonomi dipandang sebagai suatu dorongan, faktor utama, yang menyebabkan proses-proses transformasi dan reformasi di perkotaan berlangsung. Kawasan perkotaan sendiri kemudian mengalami perubahan akibat dorongan ekonomi tersebut, dimana salah satunya bergerak akibat proses urbanisasi yang berlangsung.
Dengan adanya pemusatan penduduk dan kegiatan non agraris di daerah perkotaan dalam berbagai bentuk dan ukuran, mengakibatkan persebaran penduduk menjadi tidak merata antara desa dengan kota. Ketimpangan ini pada akhirnya menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Selain itu, peningkatan jumlah penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan penyediaan pekerjaan, fasilitas umum, perumahan, pangan, dan lain sebagainya tentu menjadi suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Berdasarkan perkiraan Bank Dunia, tekanan penduduk di daerah perkotaan Indonesia selain disebabkan karena adanya pertumbuhan penduduk secara alamiah dan tingginya perpindahan penduduk dari desa ke kota, juga disebabkan karena meningkatnya pengharapan masyarakat sebagai akibat dari meningkatnya pendapatan.  Sedangkan beberapa peluang dan potensi yang dimiliki oleh pemerintah, tidak dimanfaatkan secara baik. 
Jadi, pemerintah daerah umumnya hanya memanfaatkan sumber daya yang ada dengan sifat konvensional (tradisional), seperti misalnya pajak, retribusi dan pinjaman.  Padahal, di luar sumber daya yang bersifat konvensional tersebut masih banyak jenis sumber daya lainnya yang bersifat non-konvensional (non-tradisional), yang sebenarnya berpotensi tinggi untuk dikembangkan.

·         PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN KAWASAN PERKOTAAN
Pembiayaan pembangunan di perkotaan semakin lama semakin menjadi kebutuhan yang mendesak antara lain karena : pertama, jumlah penduduk akibat pengaruh proses urbanisasi semakin meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun; kedua, kemampuan keuangan pemerintah daerah cenderung masih terbatas dan masih snagat bergantung kepada pembiayaan dari Pemerintah Pusat. Padahal potensi ekonomi dan keuangan di kawasan perkotaan pada dasarnya memadai, sehingga dicetuskan sebagai sebuah daerah yang otonom.
Sehingga pada prinsipnya, terdapat sumber-sumber pembiayaan untuk dikembangkan dalam upaya meningkatkan pendapatan pemerintah Kota, yang kemudian akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, prasarana dan sarana sehingga dapat membantu meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kota.
Beberapa peluang dan potensi yang dimiliki oleh pemerintah, khususnya berkaitan dengan mobilisasi sumber penerimaan yang sudah dimanfaatkan oleh pemerintah daerah umumnya masih bersifat konvensional (tradisional), seperti misalnya pajak, retribusi dan pinjaman. Namun pada kenyataannya, di luar sumber-sumber yang bersifat konvensional tersebut masih banyak jenis sumber-sumber lainnya yang bersifat non-konvensional (non-tradisional), yang sebenarnya berpotensi tinggi untuk dikembangkan, seperti misalnya betterment levies, development impact fees, excess condemnation, obligasi, concession, dan sebagainya.
Secara umum tipologi instrumen keuangan bagi pembangunan perkotaan diperoleh dari 3 (tiga) sumber, pertama, Pemerintah (public); kedua, Swasta (private); dan ketiga, Gabungan antara pemerintah dan swasta.

Minggu, 17 April 2011

Revolusi Sektor Jasa

PENDAHULUAN

Dalam ilmu ekonomi, jasa atau layanan adalah aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Sektor jasa memang sangat menjanjikan sebuah keuntungan yang sanagat besar .Kontribusi sektor jasa terhadap perekonomian dunia cukup mendominasi yaitu sekitar dua pertiganya.

KASUS

Di Eropa sektor ini menyumbangkan 60% dari produk domestik bruto (PDB), sementara di Indonesia hampir mencapai 30%. Perkembangan sektor jasa yang pesat itu menggoda investor untuk ikut menanamkan modalnya pada bidang ini, namun pada sisi lain semakin banyaknya investasi persaingan menjadi lebih tajam.
Persaingan yang tajam tidak saja terjadi pada industri jasa yang berorientasi laba seperti perbankan, perhotelan, asuransi, penerbangan, retail, telekomunikasi, dan pariwisata, tetapi juga pada industri jasa nirlaba seperti rumah sakit, lembaga pemerintahan serta perguruan tinggi.
Berbicara tentang kualitas layanan jasa agar berkembang dan bertahan hidup, suatu organisasi penyedia jasa harus mampu memberikan layanan jasa yang berkualitas dan mempunyai nilai yang tinggi bagi pelanggan, dapat memenuhi kebutuhan pelanggan serta dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dari pesaingnya.
Di Indonesia, industri jasa sangat beragam, bila dikaitkan dengan siapa penyelenggara dari sektor jasa, maka dapat dikelompokkan kedalam empat sektor utama ,yaitu :

•Sektor pemerintah
•Seperti kantor pos, kantor pelayanan pajak, kantor polisi, rumah sakit, sekolah, bank pemerintah
•Sektor nirlaba swasta
•Seperti sekolah, universitas, rumah sakit, yayasan
•Sektor bisnis
•Seperti, perbankan, hotel, perusahaan asuransi, konsultan, transportasi,
•Sektor manufaktur
•Seperti akuntan, operator komputer, penasihat hukum, arsitek

Faktor-faktor Yang Mendorong Perkembangan Sektor Jasa

Biasanya setiap perkembangan bisnis jasa tertentu, terdorong oleh perkembangan faktor-faktor tertentu atau karena perkembangan sektor jasa yang lain. Berikut ini beberapa faktor yang sering menjadi penentu berkembangnya sektor jasa tertentu.

1.      Waktu santai yang semakin banyak, atau waktu liburan sekolah dapat memunculkan banyak jenis jasa baru. Misalnya bisnis perjalanan wisata, pusat hiburan dan rekreasi, kursus dan pelatihihan singkat, jasa TV kabel, Rumah produksi Sinetron, tempat peristirahatan, karaoke, pertunjukkan musik.

2.    Persentase wanita yg memasuki angkatan kerja semakin besar, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa penitipan anak, baby sitter, binatu, restoran siap santap.

3.    Tingkat harapan hidup semakin meningkat, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa perawatan kesehatan dan konsultasi kesehatan.

4.    Produk yang dibutuhkan dan dihasilkan semakin komplek, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya Jasa instalasi, pelatihan, konsultasi, reparasi.

5.    Adanya peningkatan kompleksitas kehidupan, dapat memunculkan jenis jasa baru. Misalnya jasa pengacara, psikolog, ahli gizi, dokter pribadi, pelatih kebugaran, penasihat finansial.

Piglet disney

Cartoons Myspace Comments
MyNiceProfile.com


Sabtu, 16 April 2011

Perkembang Perekonomian di Masa Depan

PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN MASA DEPAN

      Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah ekonomi dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi yang pesat merupakan fenomena penting yang dialami dunia hanya semenjak dua abad ini. Dalam periode tersebut dunia telah mengalami perubahan yang sangat nyata apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sampai abad ke-18 kebanyakan masyarakat di berbagai negara masih hidup pada tahap subsistem dan mata pencarian utamanya adalah dari melakukan kegiatan di sector pertanian, perikanan dan berburu.
     
      Ditinjau dari sudut ekonomi, perkembangan ekonomi dunia yang berlaku semenjak lebih dua abad yang lalu menimbulkan dua efek penting yang sangat menggalakkan, yaitu :
1.  Kemakmuran atau taraf hidup masyarakat makin meningkat
2.  Dapat menciptakan kesempatan kerja yang baru kepada penduduk yang terus bertambah jumlahnya.

      Isu mengenai pertumbuhan ekonomi yang selalu diperhatikan dalam analisis makroekonomi adalah masalah kelesuan pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu. Efek dari keadaan tersebut, perekonomian tidak selalu mencapai kesempatan kerja penuh dan masalah pengangguran merupakan tantangan yang selalu harus dihadapi dan diatasi dalam jangka panjang.

      Dua hal penting yang harus diperhatikan dalam membicarakan masalah pertumbuhan ekonomi, antara lain :
1.  Faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara.
2.  Teori-teori yang menerangkan faktor penting yang menentukan pertumbuhan.

      Di samping itu, untuk memahami masalah-masalah pertumbuhan ekonomi yang dihadapi di negara-negara berkembang, terutama negara berkembang yang masih rendah taraf pembangunan dan kemakmurannya, perlu pula diperhatikan hal-hal seperti :
-         Masalah-masalah yang dihadapi dalam mempercepat
   pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang.
-         Perlu diperhatikan bentuk-bentuk kebijakan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Terlepas dari itu semua, permasalahan ekonomi Indonesia juga terlihat cukup kompleks. Mulai dari jumlah pengangguran yang semakin meningkat, disparitas pendapatan di masyarakat, kurangnya etika berekonomi dan pengetahuan manajemen. Namun Indonesia masih memiliki sumber daya alam yang melimpah dan potensial pasar yang cukup besar.
Bersesuaian dengan hal itu, visi ekonomi syariah juga sejalan untuk memecahkan permasalahan di atas, yaitu ekonomi yang beretika, good corporate governance, transparan dan mendukung real sector.
Program Pembangunan Jangka Panjang (PJPP) yang dibuat pemerintah hingga tahun 2025 memiliki beberapa tujuan seperti peningkatan sektor pertanian dan pertambangan, angka kemiskinan di bawah 5%, pendapatan perkapita USD 6000, hingga kemandirian pangan
Di antara langkah yang harus diambil pemerintah adalah dengan membangun sistem dan sektor sosial syariah. Selain itu juga perlunya perluasan jaringan perdagangan yang intensif. Sedangkan dalam Rancangan Program Jangka Menengah (RPJM) diperlukan revitalisasi pertanian, mengingat Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris dengan jumlah petani sekitar 25 juta orang, memiliki potensi besar sehingga seharusnya tidak perlu lagi melakukan impor beras.

Kondisi masa depan

Kita berharap pemerintah dengan konsisten menerima kontribusi dan menjalankan visi ekonomi syariah (Islam) untuk membantu peningkatan perekonomian Indonesia pasca krisis keuangan global dunia, dan lebih jauh untuk meningkatkan kemakmuran rakyat Indonesia

Minggu, 10 April 2011

Kebijakan Perdagangan Internasional

v  KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
       
            Kebijakan perdagangan internasional setiap negara mungkin berbeda dengan negara lain. Sejumlah negara memilih menjalankan kebijakan perdagangan bebas (free trade), tetapi ada pula yang memilih menjalankan kebijakan perdagangan proteksi dan ada pula yang memilih gabungan keduanya.

·       Faktor-faktor Pendorong Terjadinya Perdagangan Internasional

1.      Perbedaan sumber daya alam
2.    Selera
3.    Penghematan biaya produksi (efisiensi)
4.    Perbedaan teknologi
5.    Perbedaan iklim
6.    Adanya keuntungan jika menggunakan produk negara lain

·       Manfaat Perdagangan Internasional

1.      Memperoleh devisa
2.    Memperluas kesempatan kerja
3.    Menstabilkan harga-harga
4.    Meningkatkan kualitas konsumsi
5.    Mempercepat alih teknologi

·       Teori Perdagangan Internasional

1.      Teori keunggulan mutlak Adam Smith
      Suatu negara mampu memproduksi lebih banyak daripada negara lain, dengan menggunakan sumber daya yang sama.

2.    Teori keunggulan komparatif ‘David Ricardo’
      Kedua negara yang melakukan perdagangan tetap akan memperoleh keuntungan jika melakukan perdaganag setelah berspesialisasi pada produksi barang yang memiliki keunggulan komparatif lebih besar.

·       Kurs

            Jumlah satuan mata uang yang harus diserahkan untuk mendapatkan satu kesatuan mata uang asing.

-         Meningkatnya penawaran valuta asing mengakibatkan harga valuta asing tersebut turun, begitu juga sebaliknya.

-         Meningkatnya permintaan terhadap valuta asing akan menaikkan harga valas tersebut, begitu juga sebaliknya.


·       Sistem Kurs Valuta Asing
1.      Sistem kurs tetap (Fixed Exchange Rate System) : Ditetapkan oleh pemerintah.
2.    Sistem kurs bebas (Free-Floating Exchange Rate System) : Kurs bergerak sesuai dengan mekanisme pasar, tanpa campur tangan pemerintah.
3.    Sistem kurs mengambang (Managed Floating Exchange Rate System) : Kurs ditentukan oleh mekanisme pemerintah dan penawaran, namun pemerintah dapat juga mempengaruhi melalui investasi pasar.

·        Cara Pembayaran Internasional
1.      Tunai (cash)
            Importir membayar secara tunai barang yang diimpor.

2.    Transfer telegrafis (cable order)
            Perintah pembayaran yang dikeluarkan bank di dalam negeri melalui faksimili, radiogram, telepon atau alat komunikasi lain pada bank di luar negeri.

3.    Wesel (commercial bill of exchange)
        Surat perintah untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang namanya tertulis pada surat wesel atau order.

4.    Letter of credit ( L/C )
        Surat yang ditandatangani oleh bank yang menyetujui akan membayar wesel yang ditarik oleh eksportir.


·        Kebijakan Perdagangan Internasional di Bidang Impor

1.      Kuota
    Pembatasan jumlah barang yang diimpor agar tidak mengganggu industri dalam negeri.

2.    Tarif
   Pemberlakuan tarif tinggi untuk barang-barang impor agar barang-barang sejenis produksi dalam negeri dapat bersaing.

3.    Subsidi
   Diberikan kepada produsen dalam negeri agar harga barang dalam negeri bisa menjadi lebih murah

4.    Larangan impor
      Diberlakukan untuk barang-barang tertentu yang dianggap         membahayakan masyarakat.

·        Kebijakan Perdagangan Internasional di Bidang Ekspor

1.      Diskriminasi harga
   Penetapan harga atas suatu jenis barang berbeda antara satu negara dengan negara lain, sesuai perjanjian dengan negara yang bersangkutan.

2.    Pemberian premi / subsidi
   Subsidi dibeikan kepada pengusaha yang akan melakukan ekspor, agar barang yang dihasilkan bisa bersaing di pasar internasional.

3.    Dumping
Kebijakan menjual barang lebih tinggi di pasar dalam negeri daripada pasar internasional.

4.    Politik dagang bebas
Pemerintah memberikan kebebasan dalam ekspor-impor.

5.    Larangan ekspor
   Diberlakukan untuk barang-barang tertentu dengan alasan ekonomi, sosial, budaya dan politik.
           

       

             

Pengangguran di Indonesia

PENGANGGURAN

            Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya.
            Tingkat partisipasi angkatan kerja dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah penduduk dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.

Jenis & Macam Pengangguran

v    Menurut lama waktu kerjanya :
·        Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) è Sama sekali tidak bekerja

·        Setengah menganggur (Underemployment) è  Bekerja tetapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari curahan jam kerja

·        Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) è Tenaga kerja tidak bekerja secara optimum karena tidak ada kesesuaian antara pekerjaan dengan kemampuannya.

v     Menurut penyebabnya :

·        Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment è pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.


·        Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment è keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus menganggur atau disebabkan oleh perubahan permintaan terhadap tenaga kerja


·        Pengangguran Siklikal / Siklus è pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turunnya aktifitas atau keadaan perekonomian suatu Negara (business cycle).


·        Pengangguran Strukturalè Disebabkan karena ketidakcocokkan  antara keterampilan (kualifikasi) tenaga kerja yang dibutuhkan dan keterampilan tenaga kerja yang tesedia atau pengangguran akibat adanya perubahan struktur ekonomi.


Dampak negatif pengangguran terhadap lingkungan sosial
Ø      Produktivitas
Ø      Penerimaan Negara (pajak) akan berkurang
Ø      Aktivitas Ekonomi Keseluruhan
Ø      Biaya Sosial akan semakin meningkat
Ø      Pendapatan nasional semakin kecil
Ø      Beban spikologis bagi yang bersangkutan.

Pengangguran Berdasarkan Tingkat Pendidikan (%)

Pertumbuhann Ekonomi ASIA

Pengangguran PerTahun