Minggu, 10 April 2011

Perdagangan Internasional

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

v    PERDAGANGAN INTERNASIONAL
             
              Saat ini, hampir tidak ada negara yang mampu memenuhi semua kebutuhannya tanpa mengimpor barang/jasa dari negara lain. Hampir sebagian besar barang-barang elektronik di sekitar kita didatangkan dari luar negeri.

v    MANFAAT PERDAGANGAN INTERNASIONAL
         
          Perdagangan internasional memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan dunia. Melalui perdagangan internasional, setiap negara tidak perlu memproduksi semua kebutuhannya, tetapi cukup memproduksi barang yang paling efisien dibanding negara lain. Perdagangan internasional juga memungkinkan rakyat negara tersebut memperoleh barang konsumsi yang tidak ada di negara mereka.

v    FAKTOR PENDORONG PERDAGANGAN INTERNASIONAL

·        Keanekaragaman Kondisi Produksi
Keanekaragaman kondisi produksi merujuk kepada potensi factor-faktor produksi yang dimiliki oleh suatu negara.

·        Penghematan Biaya Produksi / Spesialisasi
          Apabila suatu negara berspesialisasi dengan memproduksi barang tertentu dan mengekspornya, biaya produksi rata-ratanya akan turun.

·        Perbedaan Selera
Meskipun kondisi produksi di semua negara adalah sama, namun setiap negara mungkin akan melakukan perdagangan jika selera mereka berbeda. Karena jumlah orang puas dihasilkan karena seleranya terpenuhi.


v   KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
      
          Kebijakan perdagangan internasional setiap negara mungkin berbeda dengan negara lain. Sejumlah negara memilih menjalankan kebijakan perdagangan bebas (free trade), tetapi ada pula yang memilih menjalankan kebijakan perdagangan proteksi dan ada pula yang memilih gabungan keduanya.

v   PEMBAYARAN INTERNASIOAL

·       Devisa dan Fungsi Devisa

          Devisa adalah kekayaan suatu negara dalam bentuk mata uang asing yang berguna sebagai alat pembayaran internasional. Devisa dapat terdiri dari uang kertas asing, wesel, cek, dsb. Devisa dapat dibedakan menjadi devisa umum, yaitu diperoleh dari perdagangan antarnegara, antara lain dari hasil penjualan ekspor barang, transaksi jasa, dan transfer uang dari luar negeri, serta devisa kredit, yaitu diperoleh dari luar negeri berupa pinjaman, hibah, dan bantuan dari luar negeri dan harus dikembalikan pada waktu yang telah ditetapkan.

          Secara umum, fungsi dan tujuan penggunaan devisa adalah sebagai berikut :

1.   untuk menghitung kemampuan membayar pembayaran internasional.
2.   untuk mengetahui kondisi moneter pada saat itu.
3.   untuk menstabilkan nilai mata uang rupiah.
4.   sumber pembiayaan untuk mendorong pembangunan ekonomi.
5.   untuk mendukung tercapainya stabilitas moneter.
6.   untuk membayar utang luar negeri.

·       Sumber devisa suatu negeri antara lain :

1.   Transaksi Barang
  
   Adalah pengiriman barang ke luar wilayah Indonesia dalam rangka mengelola perdagangan.

2.   Transaksi Jasa

Adalah pemberian jasa-jasa ke luar negeri, antara lain jasa TKI, jasa transportasi dan jasa pariwisata.

3.   Transfer Penghasilan
  
   Berupa transfer penghasilan tenaga kerja Indonesia di luar negeri ke Indonesia.

4.   Transaksi Modal / Keuangan

   Adalah penjualan aktiva tetap maupun surat-surat berharga.


·        Cara Pembayaran Internasional
  
1.   Cash Payment. Pembayaran secara tunai (cash) biasa dilakukan oleh eksportir yang belum mengenal importir atau kurang percaya akan bonafiditas importir.

2.   Open Account. Merupakan kebalikan dari pembayaran cash. Melalui open account, barang telah dikirim kepada importir tanpa disertai surat perintah membayar serta dokumen-dokumen. Pembayaran dilakukan setelah beberapa waktu atau terserah kebijakan importir.

3.   Letter of Credit. Adalah sebuah instrument yang dikeluarkan oleh Bank atas nama salah satu nasabahnya, yang menguasakan seseorang atau sebuah perusahaan penerima tersebut menarik wesel atas Bank yang bersangkutan.

4.   Commercial Bills of Exchange. Cara pembayaran yang paling umum. Yaitu surat yang ditulis oleh penjual yang berisi perintah kepada pembeli untuk membayar sejumlah uang pada waktu tertentu dimasa datang.
      

Kamis, 07 April 2011

INFLASI

INFLASI

 

          Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continuous) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara continuous.
          Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi.
          Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.
          Inflasi adalah kondisi yang menunjukkan kemerosotan nilai uang karena banyaknya uang yang beredar sehingga menyebabkan kenaikkan harga barang secara umum.

Jenis-jenis Inflasi
a.   Berdasarkan Tingkatannya
-           Inflasi Ringan, yaitu <10%
-           Inflasi Sedang, yaitu 10% - 30%
-           Inflasi Berat, yaitu 30% - 100%
-           Hiperinflasi, yaitu >100%
b. Berdasarkan Sumbernya
-           Luar Negeri è ada kenaikkan harga di luar negeri
-           Dalam Negeri è adanya pencetakan uang baru oleh pemerintah, penerapan anggaran defisit, kegagalan panen
c. Berdasarkan Penyebabnya
-           Karena Tarikkan Permintaan (demand pull inflasion)
-           Karena Desakan Biaya Produksi (cost push inflation)
d. Berdasarkan Pengaruh Terhadap Harga
-           Inflasi Tertutup (Closed Inflation) è kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu.
-           Inflasi Terbuka (Open Inflation) è kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum.
-           Inflasi Yang Tidak Terkendali è serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot.

Penyebab Inflasi


Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi). Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan / pungutan / insentif / disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.
Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment dimanana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.
Inflasi desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru. Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama dapat terjadi pada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan yang sangat penting.
Meningkatnya biaya produksi dapat disebabkan 2 hal,yaitu
kenaikan harga,misalnya bahan baku dan kenaikan upah/gaji,misalnya kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang.

Penggolongan Inflasi


Berdasarkan asalnya, inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri.
Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. Sementara itu, inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.
Inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jika kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi itu disebut inflasi tertutup (Closed Inflation). Namun, apabila kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum, maka inflasi itu disebut sebagai inflasi terbuka (Open Inflation). Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali
Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
1.      Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
2.     Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
3.     Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
4.     Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)

Mengukur inflasi


Inflasi diukur dengan menghitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga. Indeks harga tersebut di antaranya:
·         Indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI), adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang tertentu yang dibeli oleh konsumen.
·         Indeks biaya hidup atau cost-of-living index (COLI).
·         Indeks harga produsen adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang-barang yang dibutuhkan produsen untuk melakukan proses produksi. IHP sering digunakan untuk meramalkan tingkat IHK di masa depan karena perubahan harga bahan baku meningkatkan biaya produksi, yang kemudian akan meningkatkan harga barang-barang konsumsi.
·         Indeks harga komoditas adalah indeks yang mengukur harga dari komoditas-komoditas tertentu.
·         Indeks harga barang-barang modal
·         Deflator PDB menunjukkan besarnya perubahan harga dari semua barang baru, barang produksi lokal, barang jadi, dan jasa.

Dampak Inflasi


Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

PENGANGGURAN

PENGANGGURAN

 

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Jenis & Macam Pengangguran

v   Menurut lama waktu kerjanya, pengangguran terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu :

Pengangguran Terbuka (Open Unemployment)
       Sama sekali tidak bekerja atau Tenaga kerja yang tidak memiliki atau mempunyai pekerjaan, meskipun mereka sedang mencari pekerjaan.

Setengah menganggur (Underemployment)
       Bekerja tetapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari curahan jam kerja atau Tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimum karena ketiadaan lapangan pekerjaan, dan bekerjanya kurang dari 35 jam selama seminggu.

Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment)
       Tenaga kerja tidak bekerja secara optimum karena tidak ada kesesuaian antara pekerjaan dengan kemampuannya.

v   Menurut penyebabnya, pengangguran terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu :

Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.

Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment

Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus menganggur atau disebabkan oleh perubahan permintaan terhadap tenaga kerja yang sifatnya berkala. Pengangguran seperti ini biasa terjadi pada tenaga kerja paruh waktu (part time).

Pengangguran Siklikal / Siklus

Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turunnya aktifitas atau keadaan perekonomian suatu Negara (business cycle). Suatu ketika, perekonomian mengalami masa pertumbuhan (menaik), di saat lain, mengalami resesi (menurun) atau bahkan depresi.

Pengangguran Struktural
Disebabkan karena ketidakcocokkan  antara keterampilan (kualifikasi) tenaga kerja yang dibutuhkan dan keterampilan tenaga kerja yang tesedia atau pengangguran akibat adanya perubahan struktur ekonomi.

Dampak negatif pengangguran terhadap lingkungan sosial
Ø     Produktivitas
Ø     Penerimaan Negara (pajak) akan berkurang
Ø     Aktivitas Ekonomi Keseluruhan
Ø     Biaya Sosial akan semakin meningkat
Ø     Pendapatan nasional semakin kecil
Ø     Beban spikologis bagi yang bersangkutan.

Cara mengatasi pengangguran
     Berikut ini akan dibahas cara mengatasi pengangguran pada beberapa pengangguran :

1)    Pengangguran Siklis è dengan meningkatkan daya beli masyarakat
2)    Pengangguran Struktural è dengan pengadakan program pendidikan dan pelatihan kerja, mobilitas tenaga kerja dan modal, serta mendirikan industri padat karya.
3)    Pengangguran Friksional è menyediakan informasi yang lengkap bagi permintaan dan penawaran tenaga kerja.
4)    Pengangguran Musiman è melatih keterampilan agar dapat tetap bekerja saat menunggu musim tertentu.

Senin, 04 April 2011

KEMISKINAN

KEMISKINAN


       Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural.

  • Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untak memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan.
  • Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya.
  • Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari fihak lain yang membantunya.

        Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yakni kemiskinan alamiah dan karena buatan.

  • Kemiskinan alamiah terjadi antara lain akibat sumber daya alam yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan bencana alam.
  • Kemiskinan “buatan” terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia, hingga mereka tetap miskin.

Penanggulangan Kemiskinan

    Untuk memutus mata rantai lingkaran kemiskinan dapat dilakukan
  • peningkatan keterampilan sumber daya manusianya,
  • penambahan modal investasi,
  • mengembangkan teknologi.

Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter dalam masalah keuangan dan perbankan

I. Pendahuluan

Latar Belakang


       Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, diperlukan kebijakan pembangunan nasional yang tepat. Kebijakan moneter yang dilakukan Indonesia berdampak terhadap Perekonomian Indonesia. Dalam sistem nilai tukar bebas dan perfect capital mobility, kebijakan moneter lebih efektif dibandingkan kebijakan fiskal dalam upaya mencapai keseimbangan dan stabilitas makroekonomi.
       Kebijakan moneter lebih berperan dalam menstimulasi pemulihan ekonomi.Kebijakan moneter yang efektif menjanjikan tercapainya inflasi yang rendah,stabilitas nilai tukar, dan suku bunga. Banyaknya uang yang beredar di pasar tanpa diimbangi pergerakan yang berarti dari sektor perdagangan/jasa mengakibatkan nilai uang menjadi turun sehingga harga-harga menjadi naik. Situasi seperti ini menyebabkan pertumbuhan inflasi yang tidak terkendali. 

 
II. PEMBAHASAN

        Kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi terbagi menjadi dua, yaitu kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kebijakan fiskal lebih mengarahkan pada permasalahan pajak sedangkan kebijakan moneter kali ini kan membahas masalah keuangan dan perbankan.
       Kebijakan moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan
Kebijakan moneter adalah yang dilakukan oleh pemerintah melalui bank sentral untuk mengatur penawaran uang dan tingkat bunga dalam tingkat yang wajar dan aman.
        Kebijakan ini umumnya untuk mempengaruhi penawaran uang dan tingkat bunga dalam perekonomian serta menekankan kesadaran pihak perbankan secara umum. Melalui kebijakan moneter, pemerintah berusaha mengelola dan mengendalikan jalannya kehidupan perekonomian nasional. Dalam menentukan kebijakan moneter, gubernur bank Indonesia akan meminta pertimbangan dari dewan moneter yang beranggotakan menteri keuangan, menteri perindustrian dan perdagangan, dan menteri koordinator perekonomian.
        Tujuannya adalah untuk mencapai prestasi makro ekonomi. Untuk melihat prestasi makro ekonomi suatu perekonomian, para ekonom biasa menggunakan empat indikator utama yaitu, laju inflasi, tingkat pengangguran, neraca pembayaran dan laju pertumbuhan ekonomi. Jika laju inflasi dan tingkat pengangguran relatif rendah, neraca pembayaran tidak timpang, serta laju pertumbuhan ekonomi relatif tinggi dan stabil dikatakan bahwa prestasi ekonomi baik, dan dikatakan buruk apabila sebaliknya.


Adapun yang menjadi tujuan kebijakan moneter adalah :

1.      Menciptakan kegiatan ekonomi yang stabil
Kegiatan ekonomi yang stabil merupakan suatu kondisi perekonomian yang menjamin pertumbuhan ekonomi secara matang dan berkelanjutan.

2.      Menjaga kestabilan harga
Harga-harga barang yang berlaku di pasar sangat dipengaruhi dengan jumlah uang yang beredar di masyarakat.

3.      Meningkatkan kesempatan kerja
Kesempatan kerja akan terbuka luas bila terjadi penawaran investasi investasi baru.

Secara umum permasalahan dalam ekonomi makro dibagi menjadi dua :
 
1.      Masalah jangka pendek
Masalah ini berhubungan dengan bagaimana mendorong laju perekonomian dari satu periode ke periode berikutnya dalam jangka waktu yang pendek (bulanan atau tahunan) agar dapat terhindar dari keterpurukan perekonomian makro yang utama, yakni inflasi yang besar dan berkepanjangan, tingkat pengangguran yang tinggi, dan ketimpangan dalam neraca pembayaran. Inflasi adalah keadaan perekonomian dimana harga-harga barang mengalami kenaikan dalam jangka waktu yang panjang.

2.      Masalah jangka panjang
Masalah ini berhubungan dengan bagaimana caranya mendorong perekonomian agar tetap dalam kondisi yang ideal serta seimbang antara pertumbuhan jumlah penduduk, pertambahan kapasitas produksi , dan ketersediaan dana untuk investasi yang hanya bisa dianalisis dan dikendalikan dalam persepektif waktu jangka panjang. 
        Sepanjang 1 abad belakangan ini, krisis keuangan terus terjadi dan berulang. Setelah didera krisis hebat sejak tahun 1929, ekonomi dunia tak pernah sepi dari krisis yang kekerapannya lebih dari 20 kali krisis. Kini di tahun 2008 perekonomian global kembali mengalami goncangan dahsyat. 
        Bermula dari subprime mortgage crisis di Amerika Serikat (A.S.) tahun 2007 yang lalu, dalam waktu relatif singkat kemudian dalam tahun 2008 berubah menjadi tsunami keuangan yang melanda sistem dan pasar keuangan global, tak terkecuali pasar keuangan.
         Kondisi ekonomi dalam negeri pada tahun 2009 hingga 2010 merupakan kondisi yang cukup kritis. Pasalnya, perlambatan ekonomi global saat ini baru akan terasa dalam dua atau tiga kuartal mendatang.
         Suasana investasi baru di Indonesia saat ini melemah. Kalau dulu begitu banyak pabrik baru dibangun, peresmian pabrik terjadi setiap hari. Saat ini investasi bisa dihitung dengan jari. Yang terlihat menonjol hanya beberapa sector seperti electronic, Namun di sektor ritel secara umum tidak banyak penambahan. Masalah keuangan itu sendiri akan berpengaruh dalam perkembangan indonesia di tahun berikutnya.

 

III. KESIMPULAN

        Dalam mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mengeluarkan serangkain kebijakan-kebijakan ekonomi. Salah satunya kebijakan moneter. dalam prakteknya pemerintah tidak bisa melakukan pemecahan masalah itu sendiri, pemerintah harus bekerja sama dengan pihak swasta, dimana pemerintah berperan sebagai regulator dan pihak swasta sebagai pelaksana.

        Melalui kerjasama yang baik antara pemerintah dan swasta pada akhirnya akan menciptakan kondisi ekonomi yang ideal.

Daftar pustaka :

buku Ekonomi SMA/MA kelas X,
www.okezone.com (ekonomi)
www.google.com
www.kapanlagi.com


Kebijakan Fiskal

Kebijakan Fiskal


        Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.
        Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
  • Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran :
  1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
    Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian.

  2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif
    Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya.

  3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
    Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin

     Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan men-stabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat mempengaruhi variabel-variabel berikut:
  • Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi
  • Pola persebaran sumber daya
  • Distribusi pendapatan  

  •  INSTRUMEN DALAM KEBIJAKAN FISKAL, PAJAK ..
        Setiap tahun pemerintah menyiapkan anggaran keuangan yang disebut Anggaran Pendapatan dan Belanja yang mempunyai fungsi sebagai kebijakan keuangan pemerintahan dalam memperoleh dan mengeluarkan uang yang digunakan untuk menjalankan pemerintahan. Anggaran ini memperlihatkan jumlah pendapatan dan belanja yang diantisipasikan dalam tahun berikut.
         Kebijakan fiskal dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang di ambil oleh pemerintah dalam bidang Anggaran Pendapatn dan Belanja Negara (APBN) dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian.
Kebijakan fiskal merupakan salah satu kebijakan ekonomi negara, yang dapat juga diartikan sebagai tindakan yang diambil oleh pemerintah untuk membelanjakan pendapatannya dalam merealisasikan tujuan-tujuan ekonomi.
Kebijakan fiskal meliputi kebijakan pemerintah dalam penerimaan, pengeluaran dan utang. Peranan kebijakan fiskal dalam suatu ekonomi ditentukan oleh keterlibatan pemerintah dalam aktivitas ekonomi, yang khususnya itu kembali ditentukan oleh tujuan sosio-ekonominya, komitmen ideologi, dan hakikat sistem ekonomi.

Jumat, 01 April 2011

Sepeda Fixie

Fixie

Pada prinsipnya sepeda Fixie adalah sepeda dengan ‘gear mati’ alias Fixed Gear alias tidal free wheel. Sepeda Fixie identik dengan gaya minimalis, murah dan tidak ribet. Itulah sepeda yang sedang tren dikalangan anak muda sampai pekerja.
Sepeda fixie didapatkan tidak hanya dengan membelinya di toko sepeda tetapi juga dapat di rancang sendiri. Merancang sepeda Fixie boleh dibilang gampang gampang susah, urusan komponen begitu banyak dan sebagian bisa dikombinasikan dengan komponen sepeda balap, dapat membuat sepeda sesuka hati. Base sepeda ini menggunakan rangka sepeda balap (road bike) dan simple, tanpa gear shift bahkan handle brake (rem).
Fixie Bike, yang menggunakan Fixed Gear, akan membuat ayunan pedal terus berputar seiring dengan perputaran roda belakang, sehingga untuk melakukan pengereman, maka si pengendara harus mengurangi putaran pedal dengan cara gaya melawan arah putaran pedal atau biasa di sebut dengan sistem ‘door trape’..
Hal ini sangat berbahaya untuk orang yang tidak terbiasa, karena pada saat melewati jalan menurun, maupun berbelok, pedal akan terus berputar dan laju sepeda akan terus melaju dengan kencang. (biasanya perbandingan gigi (gear ratio) depan dan belakang juga besar).
Jika membeli jadi, menghemat waktu dan tenaga, harga tergantung hati dan budget. Harga sepeda Fixie frame lokal untuk minimum dengan komponen seadanya dapat mencapai 1.5 juta, diatas sedikit dengan velg bagus sekitar 2 juta. Harga sepeda Fixie yang cukup lumayan sekitar 2.5 juta atau lebih. Sedangkan harga sepeda Fixie rakitan tipe generic dengan komponen cukup baik mencapai 2.5 juta - 3 juta (sudah turun 18 Januari 2011). Tipe sepeda fixie bermerek umumnya berada di atas 4 juta, tergantung komponen yang sedang in.
Jika Merakit atau modifikasi dari sepeda bekas, yang ini lebih repot. Pertama dengan membeli rangka kosong atau polos lalu  di cat sendiri, kemudian komponen dari roda dilepas dan diganti dengan komponen sepeda Fixie yang simpel. Sisanya boleh di modifikasi sesuai keinginan.

Ø    Keunikan dari Sepeda Fixie
·        Velg atau Rim Fixie, memiliki beraneka model walaupun bentuknya sama bundar tetapi ada beberapa velg dibuat lebih tebal.


·        Urusan Stang sepeda Fixie juga unik. Dibuat lebih pendek sehingga bisa menyelinap diantara kemacetan kendaraan.
·        Headset sepeda Fixie. Satu komponen penting untuk sepeda Fixie adalah bagian Headset. Bagian ini sebagai penghubung frame dan fork / garpu depan sepeda fixie. Agar awet sebaiknya mengunakan tipe bearing. Harganya jauh lebih mahal, sekitar 250 ribu dari produk Token.



·        Bisa maju mundur sesuka hati. Digenjot bisa maju atau digenjot kebelakang maka sepeda akan mundur J
·        Ban sepeda fixie. akan terlihat modis, maka warna ban mengikuti warna sepeda sehingga matching. Umumnya ban sepeda Fixie mengunakan ukuran saat ini seperti Road Bike (sepeda balap) atau Hyrid Bike (sepeda dalam kota) dengan velg / Rim 700c dengan ukuran ban 19 - 23 C. Harga ban sepeda Fixie bermacam macam, buatan tanpa merek hanya puluhan ribu saja. Tapi untuk model bermerek terkenal bisa melampung diatas 125 ribu dari produk CST tipe Wireband.



·        Gaya minimalis. Sepeda Fixie memang ringan. Rata rata beratnya tidak lebih dari 11kg, bahkan ada yang jauh lebih ringan.